Unik

Hamparan Misterius Ungu Muncul di Arizona

Warga Tucson terkejut melihat ratusan bola-bola bening warna ungu terhampar di tengah gurun Arizona. Benda itu berair dan tembus pandang. Pasalnya, warga tidak mengenali benda bening yang kontras dengan kondisi gurun itu.

Penemuan itu berawal saat Geradine Vargas dan suaminya saat berjalan-jalan di gurun tersebut. Mereka kemudian memotret hamparan warna ungu itu karena merasa aneh karena tak pernah melihatnya sebelumnya. "Benda itu berkilauan saat tertimpa cahaya matahari," ungkap Geradine.

"Kami mengirimkan email pada teman yang seorang Zoologist tapi dia juga tidak mengetahui itu apa," ungkap Geradine pada reporter KGUN-9. "Dia tidak mengenali itu benda apa."

Kantor berita itu pun kemudian melakukan peninjauan dan menyebutkan benda itu sebagai "kelereng lengket yang keluar cairan ketika diremas". Sedangkan Darlene Buhrow, direktur Tucson Botanical Gardens, menduga hamparan bola-bola bening itu terjadi secara alami. "Itu sebenarnya bisa berupa jamur lendir atau jamur jeli," ucapnya.

Dugaan lain yang muncul adalah benda itu buatan manusia yang didesain terisi air untuk membuat tanaman tetap lembab. Namun tetap belum dapat dipastikan kenapa dan apa tujuannya meletakkan ribuan bola-bola itu di gurun.

Sumber

Mayat Ini Berubah Menjadi Sabun

Ketika mayat di bawah ini ditemukan pada tahun 1875 selama penggalian sebuah yayasan depo kereta api di Philadelphia, telah berubah menjadi sabun (itu sebabnya disebut 'Soapman' oleh Smithsonian Institute). Air telah meresap ke peti mati dan membawa tanah alkali dengan itu, mengubah lemak dalam tubuh mayat itu melalui jenis hidrolisis disebut saponifikasi, berikut foto-fotonya dari berbagai sumber :



Tinggal di Philadelphia dan dikuburkan di sana sekitar 1800 (jika Anda perhatikan dengan teliti, Anda masih bisa melihat kaus kaki yang dikenakanya yang menunjukkan mode yang lagi tren saat itu).








Sumber

Rumah Unik dari Tulang Belulang

Dipulihkan dan direnovasi oleh arsitek modernis Spanyol Antoni Gaudi di tahun 1905-1907, Casa Batllo sekarang salah satu bangunan yang paling diabaikan oleh para wisatawan yang berkunjung ke Barcelona. Casa Batllo adalah sebuah museum sekarang.



Nama lokal untuk bangunan Casa dels ossos (House of Bones), dan memang memang memiliki mendalam, kerangka kualitas organik. Casa Batllo atap telah dibandingkan dengan makhluk reptil, tulang punggung dinosaurus raksasa, naga dibunuh oleh St George (Sant Jordi menjadi santo pelindung Catalan).










Tampaknya bahwa tujuan dari desainer adalah untuk menghindari garis lurus sepenuhnya. Banyak dari fasad yang dihiasi dengan mosaik yang terbuat dari ubin keramik patah yang dimulai dalam nuansa oranye keemasan pindah ke biru kehijauan.










Dari balkon yang menyerupai tulang binatang dengan skala seperti permukaan fasad depan, gedung adalah sebuah tour de force dari seorang seniman mencapai puncak kekuasaannya. Di malam hari dengan penerangan fasad memiliki iridescence seperti sisik ikan. Menyelesaikan polychromic ini dikenal sebagai trencadís.







Sumber

Misteri Raksasa di Skotlandia


The Big Grey Man atau yang disebut Am Fear Liath Mor adalah makhluk misterius yang dikatakan menghantui Ben MacDhui, puncak tertinggi di Cairngorms dan puncak kedua tertinggi di skotlandia.

Para pendaki yang mendaki puncak Ben MacDhui kadang dihantui oleh suara-suara yang aneh juga penampakan makhluk raksasa. Menurut para saksi yang pernah melihat makhluk ini dideskripsikan sebagai makhluk yang tingginya sekitar 10 kaki dan memiliki tangan dan kaki yang panjang.

Orang pertama yang melihat makhluk aneh itu adalah professor Norman Collie. Collie menjelaskan bahwa dia mendengar langkah kaki dibelakangnya, saat itu suasana sedang diliputi kabut. dia juga merasa telah diikuti sosok raksasa. sejak itu dia tidak pernah mendaki puncak itu lagi. Beberapa pendaki lain juga merasakan hal yang sama akan kengerian yang mencekam dan melihat langsung makhluk raksasa itu. orang-orang di daerah itu memiliki pandangan bahwa makhluk itu adalah alien atau hantu yang mendiami puncak Ben MacDhui.



Deskripsi

Beberapa orang mengatakan bahwa Big Grey Man bisa mengendalikan kabut dan mengakibatkan ketakutan yang sangat tinggi kepada manusia dan hewan sehingga mereka akan bunuh diri atau pergi dari tempat itu. penampilan big grey man dikatakan seperti manusia raksasa,tingginya sekitar 20 kaki,tubuhnya ditutupi oleh rambut,warnanya abu-abu,jari kaki dan tangannya sangat panjang,dan kadang terlihat dia memakai topi.


Fenomena alam

Akan tetapi, menurut saya makhluk raksasa itu ternyata hanya fenomena alam ,yaitu fenomena Brocken Spectre, suatu fenomena yang biasa terjadi di gunung atau dataran tinggi yang berkabut tebal. Fenomena ini dapat membuktikan bahwa Makhluk raksasa itu hanyalah bayangan kita, sang "spectre" muncul di gunung apabila matahari bersinar di belakang pendaki yang menghadap pada kabut.
Ini sebenarnya adalah "ilusi optik" dimana matahari menyinari pendaki dan membuat bayangan pada kabut atau awan juga memperbesar bayangan sehingga terlihat sebagai makhluk raksasa (Sebagai contoh bayangan raksasa, coba anda berdiri membelakangi lampu maka terlihat bayangan besar didepan anda).

Fenomena ini hanya muncul saat ada matahari dan munculnya kabut serta peranan pendaki yang dibutuhkan untuk membuat fenomena ini. juga telah dideskripsikan bahwa makhluk ini memiliki jari tangan dan kaki yang panjang,pembentukan bayangan yang memperbesar bayangan juga memanjangkan bayangan kita termasuk tinggi badan,tangan,kaki dan yang lainnya.


Selain itu jika fenomena ini terjadi, maka akan muncul lingkaran sinar pada bagian kepala bayangan seperti di gambar. Dan lingkaran Sinar ini cocok dengan ciri Big Grey man yang dikatakan memiliki "Topi". Sebenarnya "Topi" ini terbentuk karena terjadi difraksi (penyebaran gelombang) pada cahaya. Bayangan Brocken Spectre juga bisa bergerak karena manusia bergerak bergerak (tempat pemantulan).

Ketakutan yang dialami para pendaki termasuk suara aneh itu kemungkinan adalah gema gunung, seperti jika kita menginjak ranting ,maka suaranya akan dipantulkan beberapa kali. sama halnya dengan suara tapak kaki yang sebenarnya bergema di puncak tersebut.

Sumber

Kwanghan pavilion, Tempat Khusus Perayaan Cinta



Kwanghan pavilion disebut juga dengan nama Chunhyang. Dibangun pada masa pemerintahan Raja Sejong, bangunan ini pernah terbakar saat bencana Jonggyu namun diperbaiki pada tahun 1638 dan utuh hingga sekarang. Di Kwanghan berdiri sebuah kolam teratai yang dikelilingi oleh pagar. Yang paling menarik dari tempat ini adalah Chunhyangjeon yang merupakan salah satu kisah rakyat Korea yang paling terkenal, khususnya di daerah Namwon, Jeollabuk-do dimana Kwanghan Pavilion berdiri.

Chunhyangjeon adalah kisah cinta antara anak seorang penghibur bernama Song Chunhyang dengan Lee Doryong. Lee Doryong adalah anak Pyon seorang hakim kepala di kota itu. Mereka pertama kali bertemu dan saling jatuh hati di Kwanghan Pavilion. Namun cinta mereka terhalang perbedaan kelas sosial. Layaknya cerita dalam kisah Romeo dan Juliet, Song Chunhyang dan Lee Doryong tetap saling setia dan menyakini bahwa yang mereka jalani ini adalah bagian dari perjalanan cinta sejati. Hingga pada akhirnya, Chunhyang memutuskan untuk bunuh diri karena tidak pernah bisa menikah dengan Lee Doryong. Mengetahui kekasihnya meninggal maka ia pun pergi dengan kekecewaan karena hasrat cintanya tidak terpenuhi. Ya, pada masa itu, setiap pasangan yang berbeda kasta memang tidak pernah mungkin bersatu dalam sebuah ikatan pernikahan. Menurut catatan dari pemerintah setempat, semua orang-orang yang ada di cerita itu nyata adanya.

Kisah cinta yang mengharu pilu ini kemudian diabadikan melalui bangunan kuil Chunhyang yang masih berada di kawasan yang sama. Kuil ini dibangun untuk menghormati dan mengenangkan perjuangan cinta Chunhyang kepada Lee Doryong. Pintu masuk menuju kuil ini bernama “kuil Chunghyang, wanita berbudi luhur”. Para pengunjung berduyun-duyun untuk melakukan ritual keagamaan dan tak jarang menyelipkan doa agar segera menemukan pasangan jiwa.

Selain kuil Chunhyang, kita juga bisa mengunjungi sebuah rumah yang bernama “Wolmae”. Wolmae adalah nama ibu Chunhyang. Desain rumah mungil ini bergaya khas periode saat Raja Sejong memerintah. Di halaman bagian dalam berdiri sebuah kolam kecil dan taman.

Hal terakhir yang bisa ktia lihat adalah kolam yang mendapat limpahan air dari sungai Yochon dan kerap dihiasi dengan bunga teratai yang tumbuh di beberapa sudutnya. Diatas kolam dibangun sebuah sebuah jembatan yang disebut dengan jembatan Ojak. Jembatan ini melambangkan kisah cinta Chunhyang dan Lee Doryong. Kepercayaan yang berkembang mengatakan pasangan yang berjalan di atas Ojak akan menjalani kehidupan yang bahagia dan mempunyai anak-anak yang selalu diberkahi.

sumber

Kampung Siluman Memang Benar-benar Ada

Kampung Siluman/ Kampung Setan memang terdengar sangat asing, namun bagi masyarakat kelurahan Alehanuae dan sekitarnya tidak asing lagi. Kampung setan adalah nama salah satu tempat yang adanya di Kelurahan Alehanuae, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai.

Tak jelas siapa yang pertama kali memberinya nama Kampung Setan.Yang jelasnya sesuai keterangan beberapa masyarakat yang kami temui, ada sejumlah kisah misteri yang bersumber dari kampung tersebut. Di sekitar kampung itu terdapat sejumlah rumah panggung penduduk yang letaknya saling berjauhan.


Sekitar 35 tahun yang lalu Asbar (45 th) pernah tinggal bersama neneknya di kampung itu sekitar 2 tahun lamanya. Ketika itu berbagai pengalaman mistik yang Asbar rasakan, namun belum mengerti sama sekali arti dari setiap kejadian yang di alaminya.

Misalnya suatu ketika diajak bersama kakak sepupu pergi mencari buah mangga masak dimalam hari bersama anak-anak kampung setempat, kebetulan waktu itu lagi musim mangga dan sudah menjadi kegembiraan anak-anak setempat mencari buah mangga yang jatuh dimalam hari.

“Setelah meraih mangga yang ada dihadapan saya, ternyata bukan mangga melainkan kepala manusia kerdil yang tidak memiliki jasad, kepala itu saya pandangi, seketika dia tersenyum pandangannya tajam memancarkan aura merah, saya terdiam seribu bahasa bagaikan terhipnotis seluruh persendianku kaku di buatnya” Lanjutnya.
“Sayapun meletakkan kepala itu ke tanah dan tiba-tiba berguling lalu lenyap di tengah kegelapan malam. Pengalaman ini tidak pernah menjadi sebuah perenungan buat saya, sebab mungkin ketika itu masih kanak-kanak.Setelah sedikit mempelajari ilmu keghaiban saat dewasa,barulah saya mengerti bahwa ketika itu yang saya temui adalah mahluk ghaib yang mendiami kampung setan.
Lain halnya yang di alami Suke salah seorang warga yang memiliki sebuah kebun letaknya tidak jauh dari sumur setan. “Ketika itu jam 12 siang, Saya lagi beraktifitas di kebunnya tiba-tiba di melihat sosok wanita cantik berpakaian kuning berjalan mendekatinya, dengan perasaan takut tanpa pikir panjang Saya langsung mengambil langkah seribu berlari meninggalkan semua peralatan yang ku bawa dan anehnya wanita itu terus mengejarku.
Sampai di rumahku, wanita itu menghilang” Ujar Suke. Sejak peristiwa itu Suke tidak lagi berani bekerja di kebunnya seorang diri.

Dari berbagai sumber yang ditemukan, pada kesimpulannya kampung setan umumnya di huni jenis jin yang mayoritas berjenis kelamin wanita, dan memiliki seorang Ratu. Dahulu kala sampai saat ini umumnya masyarakat pedesaan ,ketika menemukan hal-hal yang bersifat ghaib di katakannya setan.

Padahal penamaan Syethan dalam konsep ajaran Agama Islam adalah jenis mahl uk Ghaib ciptaan Allah yang tidak dapat terlihat dengan pandangan mata biasa, tetapi dengan menggunakan pandangan mata bathin, mahluk dari golongan bangsa jin yang punya prilaku buruk.Tidak semua jenis jin buruk,seperti halnya bangsa manusia. Kalaupun ada manusia yang punya masalah dengan jin,itu di akibatkan oleh ulah manusia itu sendiri karena tidak memahami aturan-aturan hidup dunia jin.

Sumber

Lebah Ini Menghasilkan Madu Warna-warni

Biasanya madu berwarna kuning keemasan atau warna coklat. Namun berbeda dengan madu yang ada di wilayah ini. Madu yang dihasilkan berwarna-warni. Ada yang berwana hijau, biru bahkan coklat pekat.
Para peternak lebah di Perancis dikejutkan dengan penemuan madu berwarna hijau dan biru di sarang lebah mereka. Rupanya lebah- lebah mereka memproduksi madu yang berwarna, berbeda dengan lebah lainnya yang biasanya menghasilkan madu berwarna kuning atau coklat.
Untuk memproduksi madu, lebah harus mengkonsumsi nektar, cairan dari bunga. Namun lebah yang menghasilkan madu berwarna ternyata mengkonsumsi limbah cairan manis berwarna, dari pabrik coklat M&M. Alhasil lebah yang mengkonsumsi cairan berwarna tersebut juga menghasilkan madu yang berwarna.
Sayangnya meskipun menarik, madu ini tidak bisa dijual oleh para peternak lebah Perancis, karena standarnya dibawah standar madu yang telah ditetapkan oleh pemerintah.



 

Inilah 6 Pulau yang Terlarang Dikunjungi

Bukan tanpa alasan, pulau-pulau ini dilarang untuk dikunjungi. Ada banyak hal yang mungkin bisa menjadi penyebab pulau-pulau berikut dinilai berbahaya, seperti kerena ada predator, mengandung zat beracun, atau memiliki kisah horor yang mengerikan. Ini dia 6 pulau yang dilarang untuk dikunjungi di dunia.


1. Poveglia, Italia

Selain kebudayaannya, ternyata Italia juga memiliki destinasi yang penuh dengan aura mistis. Adalah Poveglia, sebuah pulau yang berada di utara Italia. Awalnya, pulau ini difungsikan sebagai tempat untuk mengkarantina penderita penyakit lepra. Kemudian, pada tahun 1922 dibangun sebuah rumah sakit jiwa di pulau ini.

Entah terlalu depresi, banyak penderita penyakit jiwa terjun dari menara gedung yang cukup tinggi. Mereka kemudian tewas satu per satu. Mayat mereka kemudian dibiarkan begitu saja hingga membusuk dan menyisakan tulang belulang. Hingga saat ini, jumlahnya mencapai 160.000 jenazah yang ada di pulau kecil tersebut.
2. Pulau Miyakejima, Jepang

Dibutuhkan nyali yang cukup besar untuk tinggal di pulau ini. Pulau yang berada di Kepulauan Izu, Jepang ini kerap dilanda gempa setiap beberapa tahun. Tapi, masalah utama bukan terletak di goncangan gempa.

Selain sering menimbulkan gempa, gunung vulkanik aktif ini juga mengeluarkan gas sulfur yang mematikan. Gas ini tidak hanya keluar dari gunung namun juga dari tanahnya. Pada tahun 2000, gunung tersebut kembali meletus dan semua penduduk langsung dievakuasi seluruhnya.
Kini Pulau Miyakejima menjadi destinasi wisata karena banyak turis yang penasaran. Turis akan dibekali masker jika ingin memasuki pulau tersebut. Meski tingkat sulfur belerang di perairan sana cukup tinggi, tetap ada saja turis yang nekat berkunjung dan berenang.
3. Pulau Ramree, Myanmar

Pada masa Perang Dunia II, Pulau Ramree adalah lokasi perang yang sangat mencekam. Pulau ini berada di sebelah barat Myanmar. Dulu, ada 400 tentara Jepang bersembunyi di semak belukar yang ada di dalam pulau dari kejaran tentara Inggris.
Tak disangka, pulau ini ternyata dihuni oleh banyak sekali predator paling menakutkan di dunia, yaitu buaya air asin. Para tentara kemduian gugur satu persatu karena dicabik-cabik oleh buaya yang sangat ganas ini. Hingga sekarang, ratusan buaya mendiami pulau ini.
4. Ilha de Queimada Grande, Brazil

Di lepas Pantai Sao Paulo, Brasil, terdapat sebuah pulau dengan luas 430.000 meter persegi yang dikenal dengan nama Ilha de Queimada Grande. Sekilas, kawasan ini hanyalah pulau dengan hutan tropis yang dihuni oleh beberapa binatang saja.
Akan tetapi, ternyata pulau ini didiami oleh spesies ular golden lancehead viper, salah satu ular dengan bisa paling mematikan di dunia. Setiap berjalan satu meter, Anda pasti akan menemukan minimal satu ular di sini. Hal tersebut membuat pulau ini sangat tidak aman untuk dikunjungi.
Hal tersebut juga yang membuat Ilha de Queimada Grande juga dijuluki sebagai Pulau Ular. Di pulau ini terdapat sebuah mercusuar yang dahulu dijaga oleh salah satu orang petugas. Namun belakangan terdengar kabar bahwa petugas tersebut tewas karena gigitan ular sesaat setelah mengambil pasokan makanan yang dikirim dari pantai. Saat itulah pulau ini tidak pernah dikunjungi oleh siapapun.
5. Pulau Bikini, Republik Kepulauan Marshal

Walau namanya Pulau Bikini, bukan artinya pulau ini aman dikunjungi. Sebuah pulau karang di kawasan kepulauan Mikronesia, Republik Kepulauan Marshal ini pernah menjadi tempat untuk percobaan nuklir. Tahun 1946, berlangsunglah sebuah operasi yang bernama Operasi Crossroad di pulau ini. Operasi ini menghasilkan beberapa ledakan nuklir yang tentu memiliki radiasi tinggi.
Operasi selanjutnya yaitu Castle Bravo pernah membuat ledakan nuklir paling besar yang pernah dilakukan AS. Akibatnya, radiasi menyebar ke luar lingkar aman pulau ini. Celakanya, ada 23 pelaut yang terkena radiasi.
Pemerintah setempat mengeluarkan pernyataan bahwa pulau ini sudah bisa kembali dihuni pada tahun 1986. Namun ilmuwan asal Perancis ternyata menemukan radiasi hampir 90 persen di tubuh seorang penduduk lokal. Alhasil, banyak penyakit yang diderita para penduduk diduga karena efek radiasi tersebut.
6. Pulau Vozrozhdeniya, Uzbekistan

Pulau bernama rumit ini memiliki nama lain yaitu Pulau Rebirth atau Lahir Kembali. Pulau ini kini berada di bawah kekuasaan negara Uzbekistan dan Kazakhtan. Pulau ini sungguh berbahaya, karena pernah menjadi pusat pembuatan senjata biologi oleh Uni Soviet pada tahun 1948.

Virus seperti anthrax, tularemia dan smallpox pernah dibuat di sini. Menurut dokumen yang ditemukan, virus-virus tersebut dimasukkan ke dalam senjata dan disimpan di pulau tersebut. Pulau ini ditelantarkan selama beberapa waktu. Hingga tahun 2000, pemerintah AS membantu untuk membersihkan kawasan tersebut dari virus namun tetap tak ada yang berani masuk ke pulau tersebut.

Sumber

Amne Machen, Gunung Misterius Penebar Maut


Gunung ini disebutkan sebagai yang tertinggi di dunia. Namun, tak semua orang yang bisa melihatnya. Malah celakanya, mereka yang melihat gunung ini akan mati secara misterius....
Menurut sebuah sumber yang sangat terpercaya, di wilayah perbatasan antara Tibet dan Cina, terdapat sebuah gunung siluman yang sangat misterius. Dikatakan misterius, karena gunung ini benar-benar aneh bin ajaib.
Namanya Gunung Amne Machen.

Gunung yang hanya memperlihatkan diri sewaktu-waktu ini telah lama menggoda banyak kalangan untuk membuktikannya. Anehnya, Gunung ini diyakini hanya akan menampakkan wujudnya kepada orang-orang tertentu saja. Konon, Amne Machen ini seribu kaki lebih tinggi dari Mount Everest, puncak tertinggi di dunia.
Seperti kita ketahui, Mount Everst yang sendiri terdapat di pegunungan Himalaya, yang dianggap sebagai gunung paling tinggi di dunia. Jadi dapat dibayangkan, betapa tingginya Gunung Amne Machen itu.

Penduduk di sekitar lereng Himalaya yang pada umumnya akan enggan untuk mempercakapkan gunung yang satu ini. Pasalnya mereka takut kualat, karena Amne Machen dianggap sebagai gunung angker penebar kutukan. Mereka meyakini, siapa yang sempat melihat keberadaan Amne Machen, maka tidak lama kemudian dia akan mengalami malapetaka yang sangat tragis. Lebih-lebih bila yang melihat itu adalah orang kulit putih atau orang Barat.
Menurut sebuah cerita, Jenderal Pereira, tentara Inggris yang sudah purnawirawan, mati mendadak tidak lama setelah dia melihat Gunung Amne Machen.

Dikisahkan, dalam perjalanan dari Shanghai menuju Laut Kaspia, Pereira sempat singgah hingga beberapa lama di dataran Tibet. Di sini dia mendengar tentang gunung aneh Amne Machen. Karena sangat penasaran, Pereira bertekad untuk mencarinya sampai ketemu. Dia bahkan bersumpah tidak akan pulang ke negaranya sebelum membuktikan sendiri cerita kuno yang telah tumbuh secara turun-temurun itu.

Setelah beberapa lama, apa yang didambakannya itu jadi kenyataan juga. Pada suatu hari, Pereira berhasil melihat Gunung Amne Machen pada jarak ratusan mil dari suatu tempat yang tinggi di sebuah bukit di sekitar Himalaya. Menjulang ribuan kaki ke atas, dinding gundul sebuah gunung raksasa terlihat berselimutkan awan.



Menurut catatan Pereira, gunung tersebut tmapak sedemikian tinggi, sehingga dalam menatapnya Pereira seperti kehilangan nafas, sehingga dia meyakini bahwa gunung ini tingginya memang sangat sulit dibayangkan atau diukur. Apalagi sebelum melihat pemandangan ini, Pereira adalah seorang yang pernah menjelajahi banyak benua. Dia pernah menyaksikan Canadian Rockies, pernah mendaki puncak Himalaya, bahkan juga pernah menagkulan pegunungan Andes di Amerika Selatan yang bersuhu sangat ganas itu.

Namun tak ada yang membuatnya gugup sampai sedemikian rupa dan takjub luar biasa, seperti pada saat dirinya melihat Amne Machen. Bahkan dalam catatannya, Pereira memastikan bahwa itu adalah gunung yang paling hebat di antara gunung-gunung yang pernah disaksikannya.

Segera melihat dengan mata kepala sendiri betapa hebatnya Gunung Amne Machen, Pereira memutuskan untuk segera pulang ke Inggris, dan kemudian berencana menyelenggarakan suatu ekspedisi sendiri. Dia sudah begitu gembira dengan harapan akan dapat termasyhur dengan penemuan terbesar dalam abad ini, sehingga sama sekali melupakan peringatan penduduk setempat tentang kutukan gunung siluman itu.

Sebelum terbang ke Inggris, persisnya tatkala Pereira tiba di sebuah dusun yang terletak di perbatasan Tibet dan Cina, berjumpalah Pereira dengan pengelana tersohor dari Amerika, Joseph Rock. Diutarakannya kepada Rock tentang apa yang telah disaksikannya itu. Mendengar cerita Pereira yang tampak sangat bombabtis, orang Amerika tersebut tidak percaya.
Barulah setelah lama berbincang tentang masalah itu, dan Pereira bersumpah tentang apa yang telah disaksikannya, akhirnya Rock yakin bahwa Pereira memang telah menemukan sesuatu yang luar biasa.

Pada keesokan paginya Pereira bertolak menuju daerah pantai dalam perjalanan pulanngya.
Namun kemudian datanglah musibah itu. Beberapa jam setelah meninggalkan wilayah Tibet dan bersama serombongan pedagang menempuh perjalanan di negeri Cina, Pereira mendadak meninggal dunia. Dia terjungkal jatuh dari atas kudanya, dan kedua tangannya menekan dada pada arah jantungnya. Sekonyong-konyong dia berpaling ke belakang dan memandang ke arah Tibet, kemudian sekarat dan mati.


Apakah kutukan gunung Amne Machen yang menewaskannya? Tentu saja begitulah pendapat orang-orang Tibet dan Cina. Para saudagar yang mendengar bahwa Pereira pernah menyaksikan gunung itu, tak seorang yang mau menjamah tubuhnya. Mereka membiarkan saja mayatnya tergeletak di situ, dan selanjutnya melaporkan kematiannya kepada seorang penginjil Inggris, yang kemudian mengusahakan pemakaman Jenderal Pereira.
Setiap orang yang kenal dengan Jenderal pensiunan Inggris itu, merasa heran dengan kematiannya yang disebabkan oleh penyakit jantung. Soalnya pada masa hidupnya, Pereira selalu sehat dan penuh gairah.

Tatkala memulai perjalanannya yang jauh, dia baru saja melampaui usia 40 tahun. Tak seorangpun dia ntara mereka yang mempercayai bahwa Pereira mati terbunuh oleh suatu kutukan.

Juga, tak seorang pun orang di luar Tibet dan Cina yang percaya pada dongeng mengenai gunung angker itu, sampai kemudian dalam perang dunia kedua disebutkan ada beberapa pilot pesawat termput yang telah melihat gunung tersebut. Dalam laporan itu dikatakan bahwa mereka nyaris menabrak sebuah gunung misterius, yang berada di perbatasan antara Tibet dan Cina.
Untungnya, mereka dapat menghindarkan pesawatnya, sehingga kecelakaan bisa terelakkan. Mereka heran sekali menghadapi hal itu, sebab meteran penunjuk ketinggian terbang di pesawat menunjukkan angka lebih dari 30.000 kaki, hampir seribu kaki lebih tinggi dari puncak Mount Everest.

Beberapa tahun seusai perang dunia, seorang wartawan Amerika yang tertarik oleh kisah perjalanan Pereira dan penemuannya yang ajaib itu coba melakukan pencarian terhadap gunung maha tinggi seperti yang ditulis sang jendral dalam catatannya. Beberapa lama kemudian dia mengatakan, bahwa dia pun sudah berhasil menyasikan Gunung Amne Machen dengan mata kepalanya sendiri.
Sayangnya, peralatan-peralatan ilmiah untuk mengukur ketinggian gunung yang dimiliki oleh si wartawan telah rusak, kerana perlakuan kasar orang-orang pribumi yang membawanya. Juga akibat berbulan-bulan diangkut di atas kuda, melalui daerah-daerah yang masih liar dan ganas.

Terdapat tiga orang kulit putih dalam ekspedisi itu. Salah seorang tewas akibat musibah tanah longsor, beberapa hari setelah mereka menyaksikan Amne Machen. Yang kedua mati di Peking, setelah terserang penyakti tipus. Adapun si wartawan sendiri tewas tenggelam beberapa bulan setelah menyaksikan gunung yang didambakannya itu.

Benarkah kutukan Amne Machen yang telah membunuh mereka? Yang dapat dipastikan adalah bahwa tak seorang pun orang kulit putih yang menyatakan telah melihat gunung siluman itu yang dapat hidup lebih lama. Mungkin juga benar kepercayaan mistis orang Tibet bahwa siapapun yang melihat gunung itu maka matilah sebagai tuntutannya.

Sumber

Festival Unik Membelai Kumis di Jepang


Sawara, sebuah kota di Chiba yang terkenal untuk tempat tamasya dan sejumlah kuil yang terkenal, menjadi tuan rumah salah satu festival paling aneh di seluruh Jepang. Termasuk di dalam festival ini adalah membelai kumis dan minum sebanyak-banyaknya.

Festival ini diberi nama Higenade-Matsuri (festival membelai kumis), salah satu festival yang diadakan di Kuil Katori. Ini menandai pergantian penjaga kuil yang terjadi setiap tahunnya. Awalnya, festival ini dilakukan utuk menandai penyerahan dari satu keluarga ke keluarga lainnya, namun sekarang dilakukan hanya dari satu kelompok ke kelompok berikutnya.


Membelai Kumis

Peserta duduk saling berhadapan mengenakan pakaian formal. Terdapat empat belas penjaga tahun lalu dan empat belas orang yang akan mengambil alih. Setiap orang memiliki kumis yang sangat tebal di atas bibir mereka.Para peserta menumbuhkan kumis mereka berbulan-bulan sebelum festival diadakan. Bagi mereka yang tidak mampu atau tidak mau menumbuhkan kumis, kini mereka dapat menggunakan kumis palsu.

Semangkuk besar sake ditempatkan di tengah-tengah kelompok. Pada waktu yang ditentukan, kedua kelompok peserta datang bersamaan di mana mereka saling membelai kumis orang di hadapannya. Sake pun kembali datang dalam kuantitas yang sama.

Membelai kumis dalam acara itu adalah semacam tantangan untuk minum lebih banyak. Seolah-olah mereka berkata, ‘Ayo, jika Anda cukup jantan untuk memakai kumis tebal seperti itu, tentu Anda dapat minum terus dari mangkuk berikutnya!’

Quote:
Higenade-Matsuri telah ada berabad-abad lamanya, membuktikan sebuah fakta bahwa bangsa Jepang kuno memiliki rasa humor aneh yang sama seperti yang diamati oleh bangsa Barat terhadap bangsa Jepang saat ini. Budaya ini dimulai sekitar 800 tahun yang lalu di Era Kempo yang berlangsung pada tahun 1213 hingga tahun 1219. Tujuan dari minum-minum dan membelai kumis dalam festival ini adalah untuk berdoa demi panen yang baik dan kesejahteraan dari keturunan para peserta. Tapi saat ini, festival ini terlihat hanya seperti mencari-cari sebuah alasan untuk bermabuk-mabukan saja.

Lebih dari sekedar membelai kumis

Sawara adalah salah satu dari banyak tempat yang disebut Edo Kecil yang mempertahankan citarasa Jepang lama. Dulu Sawara merupakan pusat perdagangan dan seni di daerah Chiba utara. Daerah ini terletak di sepanjang sungai Tone, sungai terbesar kedua di Jepang, yang digunakan untuk pergi langsung menuju ibukota namun sejak saat itu telah dialihkan untuk mencegah banjir.

Sekarang, festival ini merupakan salah satu penarik perhatian yang paling mengagumkan untuk para turis yang sedang bertamasya. Jalan-jalan tua berliku berjajar dengan toko-toko yang menjual kerajinan tradisional dan makanan ringan dan hal itu benar-benar membuat Anda merasa sedang berada di suatu tempat dalam sebuah set film.Ada juga tur perahu wisata yang dapat Anda nikmati, memberikan pemandangan kota dari sudut pandang yang unik.

Kuil Katori adalah kuil utama di daerah itu dan dikunjungi oleh puluhan wisatawan bahkan ketika sedang tidak ada festival membelai kumis.
Dengan kata lain, ada banyak hal yang dapat dilakukan di sana selain menonton beberapa orang dengan kumis lucu sedang minum-minum. Namun jika Anda ingin pergi ke sana untuk menyaksikan sebuah festival khas Jepang yang mungkin dapat dikatakan paling aneh, festival itu diadakan di bulan Januari setiap tahunnya.

Sumber

Ada Klub S*x di Gangnam Korsel

Sebuah klub di Gangnam, wilayah selatan Seoul, Korea Selatan, menggemparkan publik lantaran perilaku seksual aneh para anggotanya. Mereka terlibat dalam kelompok s*x, saling bertukar pasangan, sementara anggota lainnya menikmati minuman dan menonton adegan demi adegan persetubuhan.


Berdasarkan Kepolisian Gangnam, lokasi klub yang bernama Couple Theme Club itu terletak di Nonhyeon-dong, dan terbuka untuk anggota eksklusif yang mendaftar lewat situs internet mereka. Situs tersebut kini telah ditutup lantaran pengunjungnya yang membludak. Namun kabar mengenai klub tersebut terus beredar secara maya, dan sejumlah pewarta warga (netizen) mendesak dilakukannya penutupan terhadap klub tak bermoral itu. Demikian seperti dikutip dari Korean Times

Untuk memasuki klub, pengunjung harus melewati penjaga keamanan yang memeriksa keanggotaan serta barang bawaan. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah para anggota membawa kamera atau camcoder. Tertulis dalam laman internet klub itu, "Kami menantang segala tabu dalam s*x".

Pemilik klub itu juga menegaskan kegiatannya adalah sah. "Berdasarkan kuasa hukum, ini adalah sah karena aktivitas dilakukan di ruangan yang diisolasi dan didasarkan atas para partisipan," ujar pemilik yang diposting di laman situsnya.







SUMBER

5 Monster Menurut Injil Kuno

Saat ini dunia monster mungkin sudah dianggap tidak lagi ada. Sosok monster hanya ada dalam cerita fiksi karangan manusia. Apabila, ada seseorang mengatakan bahwa dia pernah melihat sosok monster, bisa dipastikan orang itu telah berbohong. Karena, kebanyakan orang zaman sekarang menganggap sosok monster hanyalah halusinasi orang-orang kuno.

Namun, ternyata sosok monster termaktub dalam injil kuno. Monster-monster yang dimaksud dalam alkitab merupakan sesosok makhluk yang terus-menerus berusaha menyesatkan manusia ke jalan yang salah. Apa saja monster-monster tersebut? Yuk, baca artikel
The Behemoth


Behemoth digambarkan sebagai makhluk raksasa berekor besar. Para kreasionis mengklaim bahwa Behemoth itu sebenarnya dinosaurus pada zamannya. Dalam tradisi Yahudi, Behemoth digambarkan sebagai makhluk raksasa yang keluar dari bumi dan menjadi simbol kekacauan dunia.


The First Beast


The First Beast merupakan monster yang disebut pertama kali dalam alkitab, makhluk ini digambarkan sebagai makhluk rakasa dengan tujuh kepala dan sepuluh tanduk yang naik dari laut. Ia juga memiliki kaki beruang, mulut singa, dan penampilan umum dari macan tutul. Teolog dan sarjana Alkitab telah menafsirkan ini sebagai binatang yang melambangkan segala sesuatu dari Kepausan Kaisar Romawi Nero.


Unicorns


Dalam alkitab kuno, unicorn digambarkan sebagai makhluk berbentuk kuda putih yang mempunyai satu tabduk di kepalanya. Beberapa bahkan ada yang menggambarkan unicorn mempunyai sayap sehingga ia dapat terbarng. Makhluk mitologi ini merupakan monster dalam injil kuno yang populer di masa kini karena sering dijadikan tokoh dalam animasi dan kartun.


Abaddon’s Locusts


Abaddon’s Locusts adalah monster yang diperintahkan untuk memerangi dan menyesatkan manusia. Bentuk makhluk ini menyerupai kuda perang, memiliki ekor mirip kalajengking, wajah pria, rambut panjang seperti wanita, dan memakai mahkota dari emas dan lapis baja. Ekor Abaddon’s Locusts digunakan untuk menyengat korban-korban mereka.


The Dragon


The Dragon yang kita kenal adalah seekor makhluk mitologi China yang berbentuk ular yang mempunyai kaki. Namun dalam alkitab kuno, makhluk ini digambarkan memiliki tujuh kepala dan sepuluh tanduk . Ia juga memiliki ekor yang mampu menyapu sepertiga bintang-bintang dari langit. Para penerjemah alkitab menganggap bahwa makhluk ini adalah iblis yang melawan tuhan dan di masukkan ke dalam neraka.

Sumber