Daftar Film Horor Paling Kontroversial Sepanjang Sejarah

Diposkan oleh GaBohong

Horror memang tak selalu berhubungan dengan makhluk gaib atau sesuatu yang berbau supranatural. Film yang mampu memicu rasa jijik dan takut biasanya masuk dalam kategori yang satu ini. Dalam usahanya memicu rasa takut dan jijik, para sineas kadang berani melewati batas 'kewajaran' dan akhirnya malah membuat film mereka tak diizinkan tayang di beberapa negara. Saking kontroversialnya, beberapa film bahkan sampai dilarang tayang oleh banyak negara.

Bicara soal film kontroversial, Anda mungkin sudah tak asing lagi dengan film ANTICHRIST atau THE HUMAN CENTIPEDE yang sempat membuat heboh lantaran berisi muatan yang berbau kekerasan. Serial SAW yang berlanjut hingga tujuh bagian pun termasuk dalam kategori yang satu ini. Menjijikkan atau menakutkan mungkin sangat subjektif namun keputusan badan sensor film sepertinya bisa dijadikan ukuran sampai seberapa ekstrem sebuah film. Berikut adalah beberapa film yang dilarang tayang di banyak negara.

CANNIBAL HOLOCAUST (1980)
Bayangkan, paling tidak ada 19 negara termasuk Italia melarang penayangan film ini. Tak cukup sampai di sana, ternyata banyak orang yang meyakini kalau film ini tak menggunakan special effect dan semua yang terlihat di layar adalah apa yang sebenarnya terjadi. Karena itu juga Ruggero Deodato, sang sutradara, harus diajukan ke meja hijau dengan tuduhan melakukan pembunuhan pada para aktor dalam film ini.

Semua orang memang mengira kalau para aktor dalam film ini telah tewas saat syuting padahal sebenarnya Ruggero memang mewajibkan sang aktor dan aktris menghilang setidaknya sampai satu tahun setelah film diedarkan. Ruggero memang bebas dari tuduhan meski filmnya dilarang beredar di banyak negara. Ada yang menyebut sekitar 50 negara tak mengizinkan beredarnya film ini meski sebagian mengatakan hanya 19 negara yang tak bersedia jadi tuan rumah pemutaran film ini.

I SPIT ON YOUR GRAVE (1978)
Awalnya, film buatan Meir Zarchi ini diberi judul DAY OF THE WOMAN walaupun belakangan lebih dikenal sebagai I SPIT ON YOUR GRAVE. Konon 12 negara termasuk Inggris, Canada, Australia, Norwegia, Islandia, Jerman, China, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand.

Film yang sempat dibuat ulang tahun 2010 lalu ini memang sarat adegan kekerasan. Di awali dengan pemerkosaan, film ini mulai mengalir ke aksi balas dendam yang melibatkan banyak aksi kekerasan. Majalah TIME bahkan menyebut film ini salah satu dari film yang paling banyak menyajikan kekerasan.

THE TEXAS CHAIN SAW MASSACRE (1974)
Harian The Times memasukkannya dalam daftar 50 film paling kontroversial sepanjang zaman. Sebenarnya tak banyak adegan kekerasan yang ditampilkan oleh film ini namun Tobe Hooper, sang sutradara, cukup cerdik untuk memancing imajinasi penonton dengan adegan-adegan yang ia sajikan. Alhasil, film ini hanya sempat ditayangkan dalam jangka waktu pendek sebelum akhirnya badan sensor film menetapkan film ini tak layak ditayangkan untuk umum.

Paling tidak ada 11 negara termasuk Australia, Chile, Finlandia, Jerman, Singapura, dan Inggris melarang beredarnya film ini. Film ini sempat dibuat ulang tahun 2003 lalu namun pamornya masih kalah dari film yang beredar tahun 1974 ini.

THE EVIL DEAD (1981)
Delapan negara melarang beredarnya film ini. Mereka menganggap film karya Sam Raimi ini terlalu sadis untuk dipertontonkan secara legal. Alhasil pamor EVIL DEAD naik pesat dan banyak diperjualbelikan di pasar gelap. Meski mungkin tak sesadis I SPIT ON YOUR GRAVE tapi paling tidak badan sensor Finlandia, Jerman, Islandia, Irlandia, dan beberapa negara lain sepakat menyebut film ini terlalu kontroversial untuk publik.

THE LAST HOUSE ON THE LEFT (1972)
Iran, Malaysia, Inggris, dan empat negara lain memutuskan THE LAST HOUSE ON THE LEFT tak boleh masuk ke negeri mereka. Tema yang diangkat film ini nyaris sama dengan yang digunakan Meir Zarchi dalam film I SPIT ON YOUR GRAVE. Bedanya, kali ini yang melakukan balas dendam adalah orang tua si korban. Adegan pemerkosaan dan balas dendam yang mengakibatkan hilangnya nyawa jelas jadi alasan kenapa film ini dilarang beredar.

Sumber