Unik
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

5 Gunung Terunik dan Eksotis di Indonesia

1. Gunung Cartenz, Papua 

Mustahil rasanya gunung tertinggi di Indonesia termasuk mudah untuk didaki. Dengan ketinggian 4.884 mdpl, puncak Cartenz adalah satu-satunya tempat di Indonesia yang diselimuti salju abadi. Udara dingin tentunya menjadi kendala utama. Di lerengnya saja, suhu bisa mencapai 10 derajat Celcius. Makin dekat dengan puncak, suhu bisa sampai 0 derajat Celcius! 

Tak heran hipotermia dan AMS (Acute Mountain Sickness alias sakit ketinggian) menjadi kendala utama dalam pendakian. Oksigen yang tipis membuat semua pendaki mudah lelah, serta mudah mengalami halusinasi dan pusing kepala. Tapi jika mencapai puncak Cartenz, berarti Anda berhasil menaklukkan satu dari Seven Summits. Ya, puncak Cartenz adalah salah satu dari tujuh titik tertinggi di dunia! 

2. Gunung Latimojong, Sulawesi Selatan 

Sebagai gunung tertinggi di Provinsi Sulawesi Selatan, Latimojong adalah gunung dengan kemegahan yang tak terelakkan. Gunung ini punya tujuh puncak, yang tertinggi bernama Rante Mario di ketinggian 3.680 mdpl. Medan yang dilewati cukup berat. Treknya curam, dan melewati hutan hujan nan lebat yang membuat kabut semakin pekat. Semakin mendaki, semakin udara dingin menusuk kulit. 

Terkadang Anda harus melewati derasnya sungai hanya dengan berjalan di atas kayu tipis di atasnya. Di beberapa titik, para pendaki juga harus meniti pinggiran jurang dan berpegangan erat pada akar-akar pohon. Jangan lupa pakai sarung tangan jika tak ingin terluka! Mencapai puncaknya butuh perjuangan ekstra keras. Setelah melewati beberapa bukit dan hutan lebat, Anda masih dihadapkan dengan tebing yang punya kemiringan ekstrim. Beberapa di antaranya mencapai 70 derajat! Oleh karena itu dibutuhkan beberapa peralatan separti tali-temali untuk bisa memanjatnya. 

3. Gunung Leuser, Nanggroe Aceh Darussalam 

Empat jalur yang ada di Gunung Leuser dibuka langsung oleh tim Wanadri. Satu di antara mereka meninggal ketika menyeberangi sungai yang luar biasa deras. Sepertinya hal ini cukup membuat banyak orang merasa Gunung Leuser punya kesulitan tingkat tinggi untuk didaki. 

Sebagai bagian Taman Nasional Gunung Leuser, puncak tertinggi gunung ini ada di ketinggian 3.404 mdpl. Untuk menuju puncaknya, dibutuhkan waktu 9-10 hari tergantung cuaca dan kondisi fisik pendaki. Dikali dua jika dihitung perjalanan pulang. Pun sebelum mencapai puncak, Anda harus melewati tujuh gunung lagi! Di hari ke-8 Anda akan tiba di Bipak Kaleng. Dinamakan begitu karena terdapat banyak kaleng bekas, sisa makanan yang didrop oleh helikopter bagi pendaki yang kehabisan perbekalan. Tapi tenang saja, dari sini, perjalanan 'hanya' 7-8 jam lagi menuju puncak. 

Mengutip situs Belantara Indonesia, mayoritas vegetasi di Gunung Leuser adalah hutan hujan dengan tingkat kerapatan dan kelembaban yang tinggi. Harimau dan badak Sumatera masih banyak ditemukan di sini. Karena medan yang membahayakan, para pendaki harus mengurus perizinan dari beberapa pihak termasuk Kapolres Aceh Tenggara, juga surat keterangan pendakian dan surat keterangan dokter. 

4. Gunung Raung, Jawa Timur 

Gunung Raung menduduki tiga wilayah yakni Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi. Puncaknya berada di ketinggian 3.332 mdpl, dilengkapi kaldera berbentuk lonjong dengan kedalaman sekitar 500 meter. Di awal pendakian, jalanan berkelok dengan kontur naik-turun hingga ketinggian sekitar 1.600 mdpl. Setelah itu, pendakian mulai sulit. Trek semakin terjal, dan jalur semakin sulit terlihat. Semak-semak pun tumbuh sangat lebat. 

Puncak Raung disebut 'Puncak Sejati'. Untuk mencapainya, para pendaki harus melakukan panjat tebing dengan tali-temali. Treknya sangat sulit, dengan jurang di sebelah kiri dan kanannya. Terlepas dari itu, Gunung Raung juga terkenal angker. Hal ini bisa dilihat dari nama-nama posnya, yaitu Pondok Sumur, Pondok Demit, Pondok Mayit dan Pondok Angin. 

5. Gunung Kerinci, Jambi 

Kerinci adalah gunung tertinggi di Sumatera, 3.805 mdpl. Gunung ini masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Trek awalnya cukup mudah, melewati ladang dan perkebunan punya penduduk setempat. Semakin mendaki, trek akan semakin terjal hingga akhirnya sangat curam. 


Yang juga menjadi kesulitan, yaitu larangan bagi pendaki untuk bermalam di ketinggian kurang dari 1.500 mdpl. Hal ini karena banyaknya binatang buas yang masih berkeliaran, seperti harimau Sumatera. Binatang-binatang ini akan menghindari udara dingin di malam hari, dan beristirahat di bawah ketinggian tersebut. Dengan trek yang terjal itu, hal ini tentunya menyulitkan para pendaki yang keletihan. 

Tempat Pelesir Paling Unik di Indonesia

Banyak orang yang bilang, berpetualanglah Anda selagi masih muda. Ini tentunya bukan tanpa alasan, Ketika Anda masih mempunyai banyak waktu dan kesempatan jalan-jalan adalah hal wajib yang perlu dilakukan. Menambah teman, pengalaman dan pengetahuan ketika usia masih muda tentunya akan menjadikan modal buat Anda untuk menjalani kehidupan. Berpetualanlah ke Banua Wuhu dijamin akan menambah pengalaman yang sangat indah, Pulau Boti tempat yang sunyi sepi tetapi gegap gempita menyediakan makna kehidupan, Gunung Binaiya, Pendakian yang sangat menantang dari awal sampai akhir tetapi akan dibayar lunas dengan pemandangan yang sangat menakjubkan serta Kampung Vietnam di Pulau Galang tempat yang penuh dengan kenangan yang memilukan.

Banua Wuhu
Tempat, Berpetualang, Paling, Unik, Di, Indonesia
Adalah Banua Wuhu sebuah gunung berapi yang berada di dasar laut dengan ketinggian 400 meter  di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Indonesia.

Titik kepundan ditandai dengan keluarnya gelembung diantara bebatuan pada kedalaman 8 meter. Suhu rata-rata air disana berkisar 37-38 derajad Celsius. Di sejumlah lubang banyak keluar air panas yang nampaknya mampu membuat tangan telanjang melepuh bila anda mencoba-coba merogoh ke dalamnya.

Hal yang sangat Aneh dan menarik ditempat ini adalah disekitar gunung berapi ini hidup bota laut yang sangat indah dan menakjubkan dengan terumbu karang yang rapat pada kedalaman 10-20 meter, Tak heran Banua Wuhu menjadikan area Diving paling Unik di Indonesia.

Suku Boti, Kerajaan Terakhir Timor
Tempat, Berpetualang, Paling, Unik, Di, Indonesia

Suku Boti merupakan keturunan dari suku asli pulau Timor, Atoni Metu. Wilayah Boti terletak sekitar 40 km dari kota kabupaten Timor Tengah Selatan, So’e. Secara administratif kini menjadi desa Boti kecamatan Kie. Karena letaknya yang sulit dicapai di tengah pegunungan, desa Boti seakan tertutup dari peradaban modern dan perkembangan zaman. Suku ini memiliki bahasa Dawan sebagai bahasa daerahnya.

Suku Boti menjadi benteng terakhir tradisi asli Pulau Timor. Di tengah serangan modernitas yang bertubi-tubi, Suku Boti tetap memegang kukuh warisan tradisi dan agama leluhurnya, Halaika. Hingga kini, Suku Boti masih hidup dalam kebersahajaan mereka yang bergantung pada kerasnya alam daratan Pulau Timor. Mereka juga sangat menghormati alam lestari dengan hidup harmonis bersamanya… Boti, sunyi terpencil lokasinya tapi gegap gempita menyediakan makna kehidupan.

Sebagai pengalaman yang tak tertandingi, perjalanan ke Boti pantas disebut sebagai wisata petualangan untuk yang berjiwa muda

Benteng Tradisi Atoni Metu
Tempat, Berpetualang, Paling, Unik, Di, Indonesia

Tidak ada masyarakat di Pulau Timor yang memegang tradisi leluhur seteguh dan seasli Suku Boti. Suku Boti merupakan segelintir yang tersisa dari pewaris tradisi suku asli pulau Timor, Atoni Metu. Suku yang mendiami pegunungan terpencil di Kecamatan Kie, Kab. Timor Tengah Selatan ini masih menganut kepercayaan bercorak animisme.

Keyakinan dan kepercayaan Suku Boti disebut Halaika. Suku Boti percaya pada dua penguasa alam yaitu Uis Pah dan Uis Neno. Uis Pah sebagai mama atau ibu yang mengatur, mengawasi, dan menjaga kehidupan alam semesta beserta isinya termasuk manusia. Uis Pah disebut juga sebagai Dewa Bumi.

Sedangkan Uis Neno sebagai papa atau bapak merupakan penguasa alam baka yang akan menentukan seseorang bisa masuk surga atau neraka berdasarkan perbuatannya di dunia. Uis Neno menjadi Dewa Langit.  Bagi Suku Boti, hidup ini diatur oleh tiga kekuatan besar, yakni Uis Pah, Uis Neno, juga roh arwah leluhur (Nitu).

Suku Boti dikenal sangat ketat dalam memegang adat dan kepercayaannya. Bila dilanggar, maka pelanggar akan dikenakan sanksi yang tegas. Bisa jadi warga pelanggar harus keluar dari komunitas suku Boti karena tidak diakui lagi sebagai penganut Halaika lagi. Implementasi aturan ini berlaku untuk siapapun. Tidak peduli orang tersebut adalah bagian dari keluarga raja sekalipun.

Laka Benu, putra sulung dari Raja Boti yang legendaris, Usif Nune Benu, harus meninggalkan Boti karena dia memeluk agama Katolik. Padahal, Laka Benu adalah putra mahkota Boti menggantikan Usif Nune Benu yang mangkat pada Maret 2005. Tradisi Boti mensyaratkan raja harus dipegang oleh orang yang mewarisi agama leluhur. Oleh karena itu, Laka Benu tidak bisa menjadi raja. Malah dia ‘dipersilakan’ untuk pergi dari Boti.

Tahta Raja Boti kemudian diberikan kepada Namah Benu, sang adik Laka Benu. Namun, saat pergantian tahta, tidak serta merta langsung sang raja baru dikukuhkan. Melainkan ada masa tiga tahun berkabung untuk menghormati Usif Nune Benu.

Selama itu, orang Boti tidak mengadakan pesta-pesta adat. Baru kemudian Namah Benu dikukuhkan menjadi Raja Boti dengan sebutan Usif Namah Benu. Usif adalah sebutan atau gelar yang diberikan Suku Boti terhadap raja mereka yang juga merupakan pemimpin adat dan spiritual warga Boti.

Pendakian ke Gunung Binaiya
Tempat, Berpetualang, Paling, Unik, Di, Indonesia
 Gunung yang relatif kurang sering didaki tetapi sebaiknya masuk daftar wisata petualangan Indonesia untuk yang berjiwa muda adalah Binaiya (3.019 meter dpl) di Seram, Maluku. Berlokasi di jantung Taman Nasional Manusela, pendakian dimulai dari 0 meter dpl dan penuh dengan segala macam tantangan. Namun dengan menjalani semua kesulitan itu Anda bisa menikmati pemandangan bentang alam yang dahsyat, burung-burung endemik, dan pertemuan dengan penduduk setempat.

Jalur pendakian utara dikenal lebih cepat dan mudah daripada jalur selatan, tetapi keduanya bertemu di kampung adat Kanikeh. Sebelum bertolak ke puncak, adat setempat mengharuskan pengunjung memohon doa restu penduduk Kanikeh dalam bentuk upacara adat. Perjalanan ini cenderung riskan karena Binaiya dikenal sebagai daerah preman yang sering menarik pungli. Untuk meminimalkan risiko, bawalah pemandu asli daerah yang mempunyai hubungan baik dengan penduduk setempat.

Trip murah ke Raja Ampat
Tempat, Berpetualang, Paling, Unik, Di, Indonesia

Apakah “mahal” merupakan kata pertama yang Anda padankan dengan Raja Ampat? Mungkin Anda akan berterima kasih pada diri sendiri kalau selagi masih muda meniatkan untuk mengunjungi Raja Ampat secara murah. Untuk mengirit biaya, naiklah kapal Pelni ke Sorong dari Bitung (Sulawesi Utara), Ternate (Maluku Utara) atau Ambon (Maluku). Dari Sorong, bisa naik kapal kayu ke Waisai seharga Rp 70.000 per orang.

Rencanakan perjalanan untuk 5 hingga belasan orang. Anggarkan biaya yang bisa berpatungan: sewa kapal, transportasi, penginapan. Atau pasang tenda di tepi pantai kalau berani! Persediaan makanan, air minum, dan bahan bakar sebaiknya sudah disiapkan dari mainland Papua Barat. Bawalah peralatan snorkeling sendiri. Tanyakan pada penduduk lokal lokasi-lokasi “kembaran” pulau-pulau populer seperti Wayag. Dengan merencanakan sendiri perjalanan irit ke Raja Ampat, Anda juga bisa mendekatkan diri dengan kehidupan nyata penduduk setempat—bukan sekadar memandang Raja Ampat sebagai surga bahari tempat pelarian dari dunia nyata.

Kampung Vietnam, Pulau Galang
Tempat, Berpetualang, Paling, Unik, Di, Indonesia

Suatu tempat yang sangat ideal untuk dijadikan areal pendidikan di alam terbuka bagi anak-anak dan pemuda, semacam bumi perkemahan Cibubur di Jakarta. Selain itu tempat tersebut menarik dikunjungi, baik turis lokal maupun mancanegara untuk melihat sambil mengagumi nilai-nilai yang terkandung di balik pembangunan perkampungan tersebut. Juga sambil melakukan refleksi diri, pelajaran apa yang dapat dipetik dari peristiwa itu untuk masa depan kehidupan umat manusia.

“Kampung Vietnam” di Pulau Galang yang sejak tahun 1979-1996 pernah dihuni sekira 250.000 orang manusia perahu yang dikumpulkan dari berbagai tempat di sekitar Kepulauan Riau itu. Sebelumnya mereka hidup bersama penduduk setempat dengan imbalan barang-barang yang mereka bawa.

Pada umumnya mereka memberikan imbalan berupa emas. Dan kesan penduduk yang pernah berhubungan dengan para pengungsi itu, di antara mereka tampaknya banyak orang yang tergolong berada. Atas prakarsa pemerintah dan UNHCR, sengaja mereka dikonsentrasikan pada suatu tempat permukiman yang tertutup interaksinya dengan penduduk setempat untuk memudahkan pengawasan, pengaturan dan keamanan mereka. Selain itu, pemerintah khawatir akan berjangkitnya penyakit kelamin yang mengerikan yang kedapatan di antara mereka, yang disebut Vietnam Rose, sebelum orang mengenal virus HIV yang lebih mengerikan lagi.

Sekarang, perkampungan para pengungsi Vietnam itu telah menjadi wilayah terbuka untuk dikunjungi masyarakat karena telah ditinggalkan para pengungsi.

Sumber

5 Jalan dengan Lanskap Paling Indah di Indonesia

Penasaran dengan jalan berlanskap terindah di Indonesia? Langsung aja simak artikelnya, seperti dikutip dari liputan6.com.
1. Tol Bali

Jalan Tol Bali Mandara dibangun diatas laut teluk Benoa dan membentang sepanjang 12,7 km. Jalan tol laut pertama di Indonesia ini menghubungkan Nusa Dua, Bandara Ngurah rai, dan Benoa.
Saat melintasi Tol Bali Mandara, Anda akan disuguhkan tak hanya pemandangan laut saja, tetapi juga hutan bakau serta kapal-kapal besar yang sedang bersiap sebelum merapat ke pelabuhan.
2. Jalur Pantura Tuban – Rembang

Jika anda pernah pergi ke Surabaya melalui jalan darat, tentu cukup familiar dengan ruas jalan yang terbentang atara kota Rembang hingga Tuban. Jalan yang termasuk jalur pantura Jawa ini menyuguhkan pemandangan pantai dan bentangan laut Jawa.
Di waktu-waktu tertentu, kawasan pesisir ini ramai dengan kapal para nelayan yang bersandar seusai menangkap ikan. Bagi yang menyukai pemandangan pantai dengan hembusan angin laut tentu akan tergoda untuk berhenti sejenak saat melintasi ruas jalan ini.
3. Lingkar Nagreg

Masih di pulau jawa, kali ini jalur yang menyuguhkan pemandangan indah terdapat di provinsi Jawa Barat yaitu Lingkar Nagreg. Jalur yang masuk ke dalam kabupaten Bandung ini merupakan jalur alternatif dari jalur utama Nagreg ketika terjadi kemacetan.
Lingkar Nagreg dibangun dengan membelah perbukitan untuk konstruksi terowongan. Dengan lokasi yang berada di daerah pegunungan membuat banyak pengguna jalan berhenti sejenak saat melintasi terowongan Lingkar Nagreg untuk menikmati pemandangan ataupun berfoto.
4. Kelok Sembilan

Jalan dengan pemandangan alam yang menarik berikutnya yaitu Kelok Sembilan yang berada di 30 km sebelah timur kota Payakumbuh. Jalur ini menghubungkan daerah lintas tengah Sumatera dengan lintas timur Sumatera.
Jalur Kelok Sembilan ini berada diantara dua bukit dengan pola jalan yang berkelok serta jembatan di pinggir tebing. Dengan pemandangan tebing dan lembah yang berada di sisi jalan, tak afdol rasanya jika tidak berhenti sejenak untuk menikmati pemandangan alam serta hembusan angin lembah.
5. Tol Banyumanik

Anda yang berdomisili di Provinsi Jawa tengah tentu tidak asing dengan Tol Banyumanik. Jalan bebas hambatan ini menghubungkan kota Semarang dan Kabupaten Ungaran, Jawa Tengah.
Jalan bebas hambatan ini masuk ke dalam kategori jalan dengan pemandangan indah karena lokasinya yang bervariasi melintasi perbukitan dan juga daerah perkotaan. Dapat dikatakan, Tol sepanjang 14 Km ini memiliki pemandangan seperti jalan yang ada di Jepang.

Ormas Bali ini Masuk Daftar Geng Paling Berbahaya di Asia

Ormas Laskar Bali disebut salah satu geng paling bahaya di Asia
Situs Rocketnews24, Selasa (2/2), melansir kabar mengejutkan. Dalam daftar yang mereka susun, Organisasi Masyarakat Laskar Bali masuk dalam kategori geng kriminal paling berbahaya di Asia.
Laskar Bali dinilai meneror bisnis pariwisata lewat aksi memalak yang ekstrem. Situs Rocketnews pun memetakan ada lima geng besar di Pulau Dewata, tapi Laskar Bali adalah penguasanya. Rata-rata punya izin resmi dari pemerintah berbekal status paguyuban keluarga besar.
"Laskar Bali menjalin banyak kontrak pengamanan dengan restoran dan kelab malam kawasan wisata di Bali. Mulai dari Kuta, Legian, hingga Seminyak, dijaga oleh anggota Laskar Bali," ungkap Amy Chavez, penulis artikel tersebut.
Ormas ini sempat pecah kongsi, menghasilkan geng Baladika yang juga fokus menjalankan bisnis pengamanan. Anggotanya mencapai 25 ribu orang.
Amy mengaku mendapatkan informasi bahwa warga lokal pun tidak suka dengan sepak terjang Laskar Bali. "Mereka sangat berkuasa," kata salah satu narasumber bernama Ketut.
Adapun pengguna jasa Laskar Bali, bernama Wayan, menilai ormas ini tidak berbahaya. Pemilik restoran di Pantai Sanur itu merasa bisnisnya aman berkat bantuan anggota laskar. Tiap bulan dia membayar jasa pengamanan senilai Rp 500 ribu. Sedangkan hotel berbintang biasanya dipatok tarif Rp 1 juta.
"Jika ada yang bikin onar di restoran kami, (Laskar Bali) bergerak lebih cepat dari polisi," ungkap Wayan.
Sedangkan dalam buku "Snowing in Bali" yang ditulis Kathryn Bonella, Laskar Bali punya bisnis kotor di balik jasa pengamanan. Ormas ini dituding memuluskan perdagangan narkoba, senjata ilegal, serta prostitusi. "Laskar Bali bisa lepas dari stigma karena setiap ada anggota berbuat onar, maka organisasi ini akan mengatakan tidak ada kaitannya," tulis Bonella.
Saking berkuasanya, Bonella menyebut polisi atau surat kabar lokal di Bali tidak akan berani mengungkap sepak terjang ormas tersebut. Selain Laskar Bali, rocketnews memasukkan nama Yakuza Yamaguchi-gumi dan Triad di Makau sebagai geng berbahaya di Asia lainnya.

4 Hal dari Tragedi AirAsia QZ 8501 Yang Masih Misteri

Ada beberapa pertanyaan besar yang belum terungkap dalam kasus kecelakaan AirAsia QZ8501. Pesawat tipe Airbus A320-200 itu jatuh ke laut dalam perjalanan dari Surabaya ke Singapura 28 Desember lalu.
Inilah empat "misteri" yang belum terjawab seputar jatuhnya AirAsia QZ 8501 yang membawa 162 penumpang:
1) Mengapa pesawat jatuh ke laut?
Sebelum menghilang dari radar, pilot AirAsia QZ 8501 menghubungi Air Traffic Control (ATC) dan minta ijin untuk naik ke ketinggian 32 ribu kaki (11580 meter) dari ketinggian saat itu, 32 ribu kaki (9750 meter). Tapi ketika itu ada enam pesawat lain di sekitarnya yang terbang di daerah itu. ATC lalu minta AirAsia menunggu. Namun empat menit kemudian, ketika ATC mencoba menghubungi QZ 8501, tidak ada jawaban lagi. Penemuan kotak hitam yang mencatat data-data pesawat diharapkan bisa mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi.
2) Di mana kotak hitam QZ 8501?
Cuaca buruk dan ombak yang tinggi hingga saat ini menjadi hambatan besar bagi tim pencari untuk menemukan badan pesawat di dasar laut. Sekalipun kedalaman laut di sekitar lokasi kecelakaan tidak sampai 60 meter. Hingga saat ini, belum ada sinyal "ping" dari black box yang terdeteksi tim pencari. Baterai black box biasanya mengirim sinyal sampai sekitar 20 hari sejak terjadinya kecelakaan. Setelah itu, baterai akan habis.
3) Di mana pecahan-pecahan pesawat dan sebagian besar jenazah penumpang?
Pencarian kini dilakukan tim internasional di sekitar lokasi kecelakaan. Koordinasi pencarian dilakukan oleh Badan SAR Nasional (Basarnas) dengan melibatkan tim bantuan dan peralatan dari berbagai negara, antara lain Amerika Serikat, Cina, Rusia, Korea dan Singapura. Teknologi sonar telah menemukan beberapa "potongan besar" badan pesawat. Namun karena cuaca buruk dan jarak pandang mendekati 0 meter, tim penyelam belum berhasil mencapai badan pesawat. Diduga, sebagian besar jenazah penumpang masih berada di dalam badan pesawat.
4) Apakah AirAsia QZ 8501 memiliki ijin terbang dari Surabaya ke Singapura?
Media sempat memberitakan, pilot AirAsia QZ 8501 menerbangkan pesawatnya tanpa ijin. Tapi hal itu tidak benar. Pada 28 Desember 2014 yang naas itu, pilot sudah mendapatkan ijin berangkat dari ATC Bandara Juanda, Surabaya. Namun ternyata, Kementerian Perhubungan sebenarnya sudah mengubah jadwal penerbangan AirAsia dari hari Minggu ke hari Sabtu. Masalahnya, perubahan jadwal itu tidak sampai ke pihak ATC di Bandara Juanda. Apa yang terjadi? Itulah yang saat ini sedang diselidiki Kementerian Perhubungan. Tujuh pejabat dan pegawai penerbangan sudah dinonaktifkan dan diperiksa dalam kasus ini. Yaitu, dua pejabat Kementerian Perhubungan, tiga pegawai perusahaan AirNav yang disewa untuk mengelola lalu lintas udara, dan dua pejabat PT Angkasa Pura I sebagai pengelola Bandar Udara Juanda, Surabaya.

5 Hotel ini Paling Berhantu di Indonesia

Sering kita mendengar entah itu mitos atau benar ada hantu yang menghuni suatu tempat. Bahkan di hotel yang terlihat megah sekalipun juga terdapat kisah menakutkan.

Kisah ini menjadi cerita dari mulut ke mulut. Beberapa orang percaya, namun ada yang menyangsikan kebenarannya, meski beberapa orang pernah menemui hantu tersebut.

Berikut cerita 5 Hotel Paling Berhantu Di Indonesia. Jika memiliki nyali besar, silahkan menginap.

1. Banyak Hantu di Lorong Hotel



Hotel Paling Berhantu Di Indonesia
'ilustrasi'

Al Quran Raksasa Tiba-tiba Muncul di Sidoarjo

alquran raksasa tiban
Alquran raksasa. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Warga Desa Glagaharum, Sidoarjo, Jawa Timur digegerkan dengan penemuan kitab suci Alquran yang berukuran besar. Alquran tersebut memiliki ukuran sekitar 2 meter x 2,40 meter dengan tebal sekitar 15 sentimeter.

Anang Asriyanto, mengatakan kitab suci tersebut ditemukan dengan kondisi utuh dengan sampul berwarna hitam. Alquran tersebut ditemukan di rumah Anang.

"Huruf hijaiyah Alquran juga tertulis sempurna. Hanya saja, kertas kitab suci itu terlihat ada sobekan dan kertasnya agak rapuh. Dugaan melihat tinta Alquran, usianya bisa mencapai ratusan tahun," kata Anang seperti dikutip dari Antara, Senin (12/1) lalu.

Anang mengaku, kitab suci tersebut ditemukan mendadak atau secara tidak diketahui datangnya. Warga sekitar lalu menyebut Alquran raksasa itu sebagai Alquran tiban.

Sumber

Fakta Unik Tentang Bung Karno, Proklamasi Kemerdekaan serta Indonesia


Dikutip dari mercuryfm.co.id, berikut beberapa Fakta Terselubung tentang Soekarno, Proklamasi dan Indonesia


1. Pada 17 Agustus 1945 pukul 08.00, ternyata Bung Karno masih tidur nyenyak di kamarnya, di Jalan Pegangsaan Timur 56, Cikini. Dia terkena gejala malaria tertiana

2. Upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ternyata berlangsung tanpa protokol, tak ada korps musik, tak ada konduktor dan tak ada pancaragam. Tiang bendera pun dibuat dari batang bambu secara kasar, serta ditanam hanya beberapa menit menjelang upacara. Tetapi itulah, kenyataan yang yang terjadi pada sebuah upacara sakral yang dinanti-nanti selama lebih dari tiga ratus tahun!

3. Bendera Pusaka Sang Merah Putih adalah bendera resmi pertama bagi RI. Warna putihnya dari kain sprei tempat tidur dan warna merahnya dari kain tukang soto!

4. Setelah merdeka 43 tahun, Indonesia baru memiliki seorang menteri pertama yang benar-benar “orang Indonesia asli”. Karena dahulu, semua menteri sebelumnya lahir sebelum 17 Agustus 1945. “Orang Indonesia asli” pertama yang menjadi menteri adalah Ir Akbar Tanjung (lahir di Sibolga, Sumatera Utara, 30 Agustus 1945), sebagai Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga pada Kabinet Pembangunan V (1988-1993).

5. Pulau kalimantan pernah disebut paling unik di dunia. Di pulau tersebut, ada 3 kepala negara yang memerintah! Presiden Soeharto (memerintah 4 wilayah provinsi), PM Mahathir Mohamad (Sabah dan Serawak) serta Sultan Hassanal Bolkiah (Brunei).

6. Pada 1956 di sebuah hotel di hollywood, Maryln monroe menyapa Bung Karno bukan dengan “Mr President” atau “Your Excellency”, tetapi dengan “Prince Soekarno!” (ada yg bilang si maryln malemnya “one night stand” dengan soekarno)

7. Naskah asli teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang ditulis tangan oleh Bung Karno dan didikte oleh Bung Hatta, ternyata tidak pernah dimiliki dan disimpan oleh Pemerintah! Anehnya, naskah historis tersebut justru disimpan dengan baik oleh wartawan BM Diah. Diah menemukan draft proklamasi itu di keranjang sampah di rumah Laksamana Maeda, 17 Agustus 1945 dini hari, setelah disalin dan diketik oleh Sajuti Melik.
Pada 29 Mei 1992, Diah menyerahkan draft tersebut kepada Presiden Soeharto, setelah menyimpannya selama 46 tahun 9 bulan 19 hari.

8. Kata-kata pertama yang keluar dari mulut Bung Karno setelah keluar dari pengasingan adalah masalah tentang sepotong jas! “Potongan jasmu bagus sekali!” komentar Bung Karno pertama kali tentang jas double breast yang dipakai oleh bekas iparnya, Anwar Tjokoroaminoto, yang menjemputnya bersama Bung Hatta dan segelintir tokoh nasionalis.

9. Rasa-rasanya di dunia ini, hanya the founding fathers Indonesia yang pernah mandi air seni. Saat pulang dari Dalat (Cipanasnya Saigon), Vietnam,13 Agustus 1945, Soekarno bersama Bung Hatta, dr Radjiman Wedyodiningrat dan dr Soeharto (dokter pribadi Bung Karno) menumpang pesawat fighter bomber bermotor ganda. Dalam perjalanan, Soekarno ingin sekali buang air kecil, tetapi tak ada tempat.
Setelah dipikir, dicari jalan keluarnya untuk hasrat yang tak tertahan itu. Melihat lubang-lubang kecil di dinding pesawat, di situlah Bung Karno melepaskan hajat kecilnya. Karena angin begitu kencang sekali, bersemburlah air seni itu dan membasahi semua penumpang.

10. Bila 17 Agustus menjadi tanggal kelahiran Indonesia, justru tanggal tersebut menjadi tanggal kematian bagi pencetus pilar Indonesia. Pada tanggal itu, pencipta lagu kebangsaan “Indonesia Raya”, WR Soepratman (wafat 1937) dan pencetus ilmu bahasa Indonesia, Herman Neubronner van der Tuuk (wafat 1894) meninggal dunia.

11. Jakarta, tempat diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia dan kota tempat Bung Karno dan Bung Hatta berjuang, tidak memberi imbalan yang cukup untuk mengenang co-proklamator Indonesia. Sampai detik ini, tidak ada “Jalan Soekarno-Hatta” di ibu kota Jakarta.
Bahkan, nama mereka tidak pernah diabadikan untuk sebuah objek bangunan fasilitas umum apa pun sampai 1985, ketika sebuah bandara diresmikan dengan memakai nama mereka.

12. Gelar Proklamator untuk Bung Karno dan Bung Hatta, hanyalah gelar lisan yang diberikan rakyat Indonesia kepadanya selama 41 tahun! Sebab, baru 1986 Permerintah memberikan gelar proklamator secara resmi kepada mereka.

13. Menteri kabinet RI. Soepeno, Menteri Pembangunan dan Pemuda dalam Kabinet Hatta, merupakan satu-satunya menteri yang tewas ditembak Belanda. Sebuah ujung revolver, dimasukkan ke dalam mulutnya dan diledakkan secara keji oleh seorang tentara Belanda. Pelipis kirinya tembus kena peluru, ketika ia dan ajudannya sedang mandi di air terjun.

14. Belum ada negara di dunia yang memiliki ibu kota sampai tiga dalam kurun waktu relatif singkat. Antara 1945 dan 1948, Indonesia mempunyai 3 ibu kota, yakni Jakarta (1945-1946), Yogyakarta (1946-1948) dan Bukittinggi (1948-1949).

15. Wayang ternyata memiliki simbol pembawa sial bagi rezim yang memerintah Indonesia. Betapa tidak, pada 1938-1939, Pemerintah Hindia Belanda melalui De Javasche Bank menerbitkan uang kertas seri wayang orang dan pada 1942, Hindia Belanda runtuh dikalahkan Jepang.
Pada 1943, Pemerintah Pendudukan Jepang menerbitkan uang kertas seri wayang Arjuna dan Gatotkoco dan 1945, Jepang terusir dari Indonesia oleh pihak Sekutu.
Pada 1964, Presiden Soekarno mengeluarkan uang kertas baru seri wayang dengan pecahan Rp 1 dan Rp 2,5 dan 1965 menjadi awal keruntuhan pemerintahannya menyusul peristiwa G30S/PKI.

16. Perintah pertama Presiden Soekarno saat dipilih sebagai presiden pertama RI, bukanlah membentuk sebuah kabinet atau menandatangani sebuah dekret, melainkan memanggil tukang sate! Itu dilakukannya dalam perjalanan pulang, setelah terpilih secara aklamasi sebagai presiden. Kebetulan di jalan bertemu seorang tukang sate bertelanjang dada dan nyeker (tidak memakai alas kaki).
“Sate ayam lima puluh tusuk!”, perintah Presiden Soekarno. Disantapnya sate dengan lahap dekat sebuah selokan yang kotor. Dan itulah, perintah pertama pada rakyatnya sekaligus pesta pertama atas pengangkatannya sebagai pemimpin dari 70 juta jiwa lebih rakyat dari sebuah negara besar yang baru berusia satu hari.

17. Sutan Sjahrir, mantan Perdana Menteri RI pertama, menjadi orang Indonesia yang memiliki prestasi “luar biasa” dan tidak akan pernah ada yang menandinginya. Waktu beliau wafat 1966 di Zurich, Swiss, statusnya sebagai tahanan politik. Tetapi waktu dimakamkan di Jakarta beberapa hari kemudian, statusnya berubah sebagai Pahlawan Nasional Indonesia

Sumber

Emas di Papua Jika Dibagikan Rakyat Kebagian 3 Ton per Jiiwa

Negara Terkaya di Dunia Itu Ternyata adalah Indonesia. Banyak sebenarnya yang tidak tahu di manakah negara terkaya di planet bumi ini, ada yang mengatakan Amerika, ada juga yang mengatakan negera-negara di timur tengah. tidak salah sebenarnya, contohnya Amerika. 


Negara super power itu memiliki tingkat kemajuan teknologi yang hanya bisa disaingi segelintir negara, contoh lain lagi adalah negara-negara di timur Tengah.

Quote:
Rata-rata negara yang tertutup gurun pasir dan cuaca yang menyengat itu mengandung jutaan barrel minyak yang siap untuk diolah.
Tapi itu semua belum cukup untuk menyamai negara yang satu ini. bahkan Amerika, Negara-negara timur tengah serta Uni Eropa-pun tak mampu menyamainya.

Dan inilah negara terkaya di planet bumi yang luput dari perhatian warga bumi lainya. warga negara ini pastilah bangga jika mereka tahu. tapi sayangnya mereka tidak sadar "berdiri di atas berlian" langsung saja kita lihat profil negaranya.

Wooww… Apa yang terjadi? apakah penulis (saya) salah? tapi dengan tegas saya nyatakan bahwa negara itulah sebagai negara terkaya di dunia. tapi bukankah negara itu sedang dalam kondisi terpuruk? hutang dimana-mana, kemiskinan, korupsi yang meraja lela, kondisi moral bangsa yang kian menurun serta masalah-masalah lain yang sedang menyelimuti negara itu. Baiklah mari kita urai semuanya satu persatu sehingga kita bisa melihat kekayaan negara ini sesungguhnya.


Negara ini punya pertambangan emas terbesar dengan kualitas emas terbaik di dunia. namanya PT Freeport.

Quote:
Apa saja kandungan yang di tambang di Freeport? ketika pertambangan ini dibuka hingga sekarang, pertambangan ini telah mengasilkan 7,3 JUTA ton tembaga dan 724,7 JUTA ton emas. saya (penulis= suranegara) mencoba meng-Uangkan jumlah tersebut dengan harga per gram emas sekarang, saya anggap Rp. 300.000. dikali 724,7 JUTA ton emas/ 724.700.000.000.000 Gram dikali Rp 300.000. = Rp.217.410.000.000.000.000.000 Rupiah!!!!!

ada yang bisa bantu saya cara baca nilai tersebut? itu hanya emas belum lagi tembaga serta bahan mineral lain-nya. Seharusnya nama kota di sana itu bukan Tembagapura tapi Emaspura.

Lalu siapa yang mengelola pertambangan ini? bukan negara ini tapi AMERIKA! prosentasenya adalah 1% untuk negara pemilik tanah dan 99% untuk amerika sebagai negara yang memiliki teknologi untuk melakukan pertambangan disana. bahkan ketika emas dan tembaga disana mulai menipis ternyata dibawah lapisan emas dan tembaga tepatnya di kedalaman 400 meter ditemukan kandungan mineral yang harganya 100 kali lebih mahal dari pada emas, ya.. dialah URANIUM! 

bahan baku pembuatan bahan bakar nuklir itu ditemukan disana. belum jelas jumlah kandungan uranium yang ditemukan disana, tapi kabarterakhir yang beredar menurut para ahli kandungan uranium disana cukup untuk membuat pembangkit listrik Nuklir dengan tenaga yang dapat menerangi seluruh bumi hanya dengan kandungan uranium disana. 

Freeport banyak berjasa bagi segelintir pejabat negeri ini, para jenderal dan juga para politisi busuk, yang bisa menikmati hidup dengan bergelimang harta dengan memiskinkan bangsa ini.


Sumber

Kejadian Aneh Menjelang Pemakaman Presiden Suharto


Upacara dimulai dengan menancapkan linggis ke tanah pemakaman sebanyak tiga kali. Yang pertama, tidak terjadi apapun dan begitu pula dengan yang kedua. Namun, kejadian yang membuat merinding bulu kuduk terjadi saat linggis mengoyak tanah untuk kali ketiganya. “Tiba-tiba, duar! Terdengar suara ledakan yang sangat keras bergema di atas kepala kami,” kata Sukirno, juru kunci makam keluarga Soeharto di Astana Giribangun, menceritakan pengalamannya menggali makam Soeharto dalam buku “Pak Harto The Untold Stories”.

Para penggali makam dan orang-orang di sekitarnya sontak kaget. Mereka berpandangan. Bingung. Mencoba mereka-reka dari mana asal suara menggelegar itu. “Bukan bunyi petir, lebih mirip suara bom besar meledak di atas cungkup Astana Giribangun,” kata Sukirno. Namun, anehnya, tak ada yang porak poranda, tak ada yang benda yang bergeser karena suara ledakan itu. Terbesit di pikiran, mungkin itu suara gaib. Semua yang ada di tempat itu terdiam, terpaku. Lalu, suara Begug memecah keheningan. “Bumi mengisyaratkan penerimaan terhadap jenazah beliau,” tutur Sukirno, menirukan kalimat Bupati Wonogiri itu.

Isyarat kah itu? Terngiang di benak Sukirno, beberapa bulan sebelum kematian Soeharto, terjadi longsor mendadak di bawah Perbukitan Bangun. Apakah itu juga pertanda? Selain pengalaman menggali makam Soeharto, pria kelahiran Karanganyar tahun 1953 itu juga masih ingat ketegangan yang terjadi di Astanagiribangun, tahun 1998, saat kekuasaan Soeharto berakhir. Ada kabar, makam keluarga Soeharto itu bakal diserang.

“Bersama warga saya memasang drum-drum di tengah jalan. Di depan pertigaan di depan SD Ibu Tien yang terletak di tanjakan menjelang Astana. Kami memalang puluhan batang bambu ori berduri. Siapa yang melintas dengan berjalan kaki sekalipun, tak bakal gampang menembusnya,” cerita dia.
Malam-malam pun terasa panjang. Orang-orang berjaga di sekitar makam. Dari HT terdengar sandi, misalnya 1.000 “kuda lumping” yang artinya ada seribu pengedara sepeda motor mengarah ke Astana. Atau lima ratus “gerobak”. Gerobak adalah sandi untuk mobil. “Anehnya tak pernah sekalipun merena yang kabarnya hendak melempari Astana benar-benar tiba,” kata Sukirno.

sumber

Kisah Kesederhanaan 4 Menteri di Indonesia

Belum lama ini Jokowi selaku Presiden terpilih baru saja mengumumkan mengenai format kementrian yang akan membantunya melaksanakan tugas. Meski telah mengumumkan format kementrian, Jokowi masih menyisakan tugas besar berupa pemilihan orang-orang yang dianggap tepat menduduki jabatan tersebut. Pada jaman dahulu, Indonesia sempat memiliki beberapa menteri yang sangat inspiratif. Meski bisa memiliki berbagai fasilitas yang disediakan oleh pemerintah, mereka memilih untuk hidup dengan sederhana dan bekerja keras untuk mensejahterahkan rakyat. Berikut ini kisah mengharukan 4 menteri di Indonesia yang memilih hidup dalam kesederhanaan.

1. Hoegeng Iman Santosa

Kisah Mengharukan Kesederhanaan 5 Menteri Indonesia
Hoegeng Iman Santosa adalah Kepala Kepolisian Republik Indonesia yang juga sempat menjabat sebagai Menteri Iuran Negara (1965), dan menjadi Menteri Sekretaris Kabinet Inti (1966). Seperti yang tertulis dalam sebuah buku berjudul 'Hoegeng: Polisi dan Menteri Teladan', Hoegeng ternyata pernah menolak pemberian mobil dinas dari pemerintah saat masih menjabat sebagai Menteri Sekretaris Presidium Kabinet. Padahal kala itu Hoegeng mendapat dua mobil dinas untuk bekerja dan satu lagi untuk keluarganya.

Selain itu, Hoegeng rupanya juga ditawari mobil jenis Holden keluaran terbaru tahun 1965 untuk keluarganya. Namun apadaya dia tetap menolak pemberian itu dengan alasan sederhana. Hoegeng mengaku masih mempunyai mobil dinas Jeep Willis dari kepolisian. Namun seiring waktu berjalan, Hoegeng mau tak mau harus mengambil mobil dinas itu karena sudah menjadi peraturan negara. Dia pun menitipkan mobil itu kepada Soedharto Martopoespito, asisten/sekretaris kesayangannya,dengan alasan garasi rumahnya tak cukup, dan akan memakainya jika suatu ketika diperlukan.

2. Mohammad Natsir

Kisah Mengharukan Kesederhanaan 5 Menteri Indonesia
Jika pejabat lain sibuk memperkaya diri, maka Mohammad Natsir adalah pengecualian. Natsir sederhana dan teguh. Sosoknya menjadi teladan sepanjang zaman. Natsir menjabat menteri penerangan tahun 1946 dan perdana menteri Indonesia tahun 1950-1951. Dengan dua jabatan mentereng itu, seharusnya Natsir bisa hidup mewah. Tapi hidupnya jauh dari kaya. Saat itu Natsir hanya memiliki sebuah mobil De Soto yang sudah tua. Mobil itu susah payah dibelinya dengan menabung bertahun-tahun.

Dalam 'Seri Buku Tempo, Natsir, politik santun di antara dua rezim' dikisahkan suatu hari ada seorang tamu yang datang ke rumah Natsir. Tamu itu berniat memberikan sebuah mobil Chevrolet Impala. Pada tahun 1956 mungkin Chevrolet Impala itu sekelas Toyota Royal Saloon yang biasa digunakan pejabat RI saat ini. Anak-anak Natsir yang menguping pembicaraan tamu dan ayah mereka, sangat gembira. Terbayang betapa nikmatnya mengendarai Chevrolet Impala yang besar dan mewah itu. Tapi harapan mereka buyar. Natsir dengan halus menolak pemberian itu. Lemaslah mereka. "Mobil itu bukan hak kita. Lagipula yang ada masih cukup," ujar Natsir menghibur anak-anaknya.

Bukan hanya mobil, keluarga Natsir pun kesulitan membeli rumah. Saat menjadi menteri bertahun-tahun mereka harus menumpang hidup di paviliun sahabat Natsir, Prawoto Mangkusaswito, di kampung Bali, Tanah Abang. Ketika pemerintah RI pindah ke Yogyakarta, Nasir menumpang di paviliun milik keluarga Agus Salim. Baru tahun 1946 akhir, pemerintah kemudian memberikan rumah dinas untuk Natsir. Inilah untuk pertama kalinya keluarga Natsir tidak perlu menumpang lagi. Rumah itu berada di Jl Jawa, Jakarta Pusat.

Kesederhanaan Natsir tercermin dalam berbagai hal. Kemeja lusuhnya yang cuma dua helai, jasnya yang bertambal dan sikapnya yang santun. Para pegawai kementerian penerangan pernah urunan membelikan Natsir kemeja baru. Hal itu dilakukan agar Natsir tampak pantas sebagai menteri. Natsir memang teladan menteri yang langka.

3. Bung Hatta

Kisah Mengharukan Kesederhanaan 5 Menteri Indonesia
Kisah tentang Bung Hatta dan mobil dinasnya ini diceritakan oleh pengusaha Hasjim Ning, yang juga merupakan keponakan Bung Hatta, dalam otobiografinya karangan AA Navis. Pada suatu hari, Bung Hatta yang pada saat itu menjabat sebagai perdana menteri kangen dengan ibundanya yang sudah lama tidak ditemui. Hasjim Ning diminta Bung Hatta untuk menjemput ibundanya, Ibu Saleha atau dipanggil Hasjim dengan sebutan Mak Tuo ke Sumedang, Jawa Barat.

Dalam pikiran Hasjim Ning, seharusnya Bung Hatta sebagai anak yang datang menjemput ibunya. Sebagai perdana menteri, hal itu akan baik bagi pamor Bung Hatta. Terutama apabila dalam kunjungan turut disertakan para wartawan. Dalam pikiran Hasjim Ning juga, Ibu Saleha akan sangat bahagia apabila mendapat kunjungan dari anaknya yang menjabat perdana menteri. Namun, Hasjim tidak bisa menyampaikan pikirannya itu kepada Bung Hatta. "Sebab aku maklum, apabila Bung Hatta telah berkata, kata-katanya itu sudah ia pikirkan dengan seksama. Maka ia tidak akan mengubahnya," demikian Hasjim Ning.

Sebagai gantinya Hasjim mengusulkan agar Mak Tuo dijemput dengan mobil Bung Hatta sendiri yaitu sebuah mobil dinas yang biasa digunakan oleh Bung Hatta. Maksud Hasjim, biar Mak Tuo senang dan bangga. Apa jawaban Bung Hatta? "Tidak bisa. Pakai saja mobil Hasjim," kata Bung Hatta. Menurut Hasjim, apa salahnya ibunda seorang perdana menteri naik mobil anak kandungnya? Siapa tidak akan setuju? Rakyat juga akan menerima dengan wajar karena menghormati pemimpinnya. Alasan Bung Hatta menunjukkan betapa bersih dan jujur jiwanya. "Mobil itu bukan kepunyaanku. Mobil itu milik negara," kata Bung Hatta.

4. H. Agus Salim

Kisah Mengharukan Kesederhanaan 5 Menteri Indonesia
Beliau terlahir dengan nama Mashudul Haq yang artinya pembela kebenaran. Dalam pemerintahan RI, dia beberapa kali duduk dalam kabinet, sebagai menteri muda luar negeri Kabinet Sjahrir II (1946), dan kabinet Sjahrir III (1947), menteri luar negeri kabinet Amir (1947), menteri luar negeri kabinet Hatta (1948-1949). Menurut catatan harian Prof Schermerhorn, pemimpin delegasi Belanda dalam perundingan Linggajati, Agus Salim adalah orang yang sangat pandai. Beliau mampu bicara dan menulis dengan sempurna sedikitnya dalam sembilan bahasa. Hanya satu hal yang menjadi "kelemahan" dari Haji Agus Salim, yaitu beliau hidup melarat.

Menurut berbagai kisah, Haji Agus tidak hanya hidup dengan sederhana, bahkan mendekati miskin. Keluarga Haji Agus Salim pernah tinggal di Gang Lontar Satu di Jakarta. Kalau menuju ke Gang Lontar Satu, harus masuk dulu ke Gang Kernolong, kemudian masuk lagi ke gang kecil. Sungguh sesuatu yang sulit dibayangkan jika ada pejabat yang sudi tinggal di tempat yang terletak jauh didalam gang. Beliau tercatat tak pernah tertarik untuk berpindah ke rumah yang lebih mewah. Untuk mengurangi kejenuhan, setiap enam bulan sekali dia punya kebiasaan, mengubah letak meja kursi, lemari sampai tempat tidur. Kadang-kadang kamar makan ditukarnya dengan kamar tidur.