.

Cara STop Ejakulasi Dini dengan Teknik Pernafasan Ini

Diposkan oleh GaBohong


Ejakulasi dini bisa merusak kehidupan seksual Anda. Ada teknik sederhana untuk mengucapkan selamat tinggal selamanya untuk ejakulasi dini!

Perlu diketahui, untuk mencapai orgasme harus ada ketegangan di dalam tubuh. Pikirkan apa yang terjadi pada otot Anda selama berhubungan seksual, sebelum orgasme. Mereka tegang bukan?

Seperti yang dilansir askdanandjennifer, Senin (17/10), secara khusus Anda akan melihat bahwa kaki dan otot-otot pantat yang paling tegang. Dan agar orgasme terjadi, ketegangan memang harus dilepaskan.

Tapi apa yang terjadi jika tidak ada ketegangan? Maka Anda akan sangat sulit mengalami orgasme. Dan ini cukup sederhana karena bahan bakar yang dibutuhkan tubuh Anda untuk mengalami orgasme tidak ada. Jika tidak ada ketegangan, Anda akan berjuang untuk mengalami orgasme.

Nah, itu berarti jika Anda ingin bertahan lebih lama di tempat tidur dan menghentikan ejakulasi dini, Anda perlu mengontrol ketegangan di otot selama aktivitas seksual. Dan cara terbaik mengurangi ketegangan dari tubuh dengan pernapasan yang tepat!

Sebanyak 99 persen pria banyak bernapas cepat dan dangkal saat berhubungan seksual. Hal itu terjadi secara naluriah.

Seks memang pengalaman yang menarik sehingga paru-paru secara alami bereaksi dengan mengambil napas pendek dengan cepat. Sayangnya, napas pendek cepat meningkatkan level ketegangan. Hal ini karena napas dan bagian tubuh terkait sangat erat.

Jika Anda napas dengan cara yang gugup, gembira, dan tegang, tubuh akan menirunya dan Anda akan ejakulasi terlalu dini.

Anda dapat mengambil keuntungan dari fakta bahwa napas Anda mempengaruhinya, karena jika selama seks Anda bernapas dalam yang lambat, tubuh Anda bereaksi dengan cara yang sama sekali berbeda. Menghirup dalam-dalam dan melepaskannya perlahan-lahan dapat melemaskan semua otot Anda. Inilah cara manusia bekerja.

Jadi, dengan kata lain jika Anda ingin menghentikan ejakulasi dini cukup dengan bernapas lambat dan dalam selama berhubungan seksual.

Sumber